khairiyati

Teruslah menulis....mana tahu di antara tulisan kita bisa mengispirasi dan memotivasi orang lain... ...

Selengkapnya
Navigasi Web

Nasehat Tanda Cinta

“Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya menaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.” (Q.S Al ‘Ashr :3 )

Sudah menjadi suatu kelaziman apabila kita melihat sesuatu yang kurang baik dilakukan oleh orang lain, maka bibir kita tidak tahan untuk tidak langsung mengeluarkan kata-kata yang mengajak orang tersebut meninggalkan perbuatan mereka tersebut. Menasehati mereka tanpa diminta.

Seorang ibu selalu mengingatkan anak-anaknya untuk tidak lalai dalam shalat, meminta mereka untuk selalu menutup auratnya serta berhati-hati dalam bergaul. Nasehat ini disampaikan berulang-ulang karena rasa tanggung jawab orang tua kepada anak-anaknya, terlebih lagi bila nasehat itu belum terlibat bekasnya pada perbuatan mereka. Maka semakin gencar nasehat disampaikan kepada mereka.

Bagi sebagian anak, mereka merasa bosan dan tidak senang dengan nasehat yang berikan oleh orang tua mereka karena merasa terbebani dan terlalu mencampuri urusannya. Bagi sebagaian anak yang lain mereka justru sangat merindukan nasehat dari orang tuanya, karena jarang sekali atau bakan tidak pernah mendapatkan nasehat terhadap kenakalan-kenakaln yang mereka lakukan. Seolah orang tua mereka membiarkannya saja .

Seorang siswa terlihat kesal mendengarkan nasehat gurunya yang mengingatkannya untuk tidak cabut lagi selama jam pelajaran berlangsung. Dengan nada yang sedikit meninggi ia protes kepada gurunya tersebut bahwa bukan dirinya saja yang berbuat seperti itu banyak kawan-kawannya yang melakukan hal yang sama.

Atau seorang teman merasa tidak senang bila seorang teman menasehatinya karena menganggap mencampuri urusannya. Bahkan ada yang dengan jengkel melontarkan kata-kata urusin aja diri sendiri dulu baru nasehatin orang lain. Dirinya aja gak becus coba-coba pula menasehati orang lain. Ngaca….katanya dengan nada kesal.

Kok gitu ya……??? Dinasehati malah marah, kesal, jengkel. Ada hal-hal yang harus kita perhatikan dalam memberikan nasehat agar nasehat kita bisa diterima dan tepat sasaran.

1. Lihat sikon

Walaupun kita tidak tahan dengan kelakuan seseorang, alangkah bijaksananya bila dalam bemberikan nasehat kita lihat dulu situasi dan kondisi yang akan kita nasehati. Jangan sekali-kali menasehatinya dihadapan khalayak ramai karena bisa mempermalukannya. Kalau perlu face to face agar apa yang nantinya akan kita sampaikan dapat diterima dengan baik, sehingga membekas dalam dirinya.

2. Jangan terlalu sering

Menasehati tujuannya memang baik, agar orang lain bisa berubah ke arah yang lebih baik. Sungguhpun demikian jangan sampai kita terlalu sering mengucapkan hal yang sama karena bisa membosankan. Atau bahkan yang kita nasehati malah makin melunjak kelakuannya.

3. Berbenah diri

Hal penting lainnya yang harus kita lakukan agar nasehat yang disampaikan mampu memberi kesan mendalam kepada orang yang kita nasehati adalah dengan mulai memperbaiki diri kita terlebih duhulu. Kalau diri yang menasehati sudah bagus maka apapun yang disampaikannya akan cepat kena sasaran. Sebaliknya kalau yang memberi nasehat saja tidak jauh berbeda dari yang dinasehati nantinya malah kita sendiri yang diminta mempraktekkan apa yang kita sampaikan. Karena bagaimana pun juga contoh keteladanan itu sangat penting. Tidak mungkin kita sebagai orang tua menasehati anak agar tidak lalai shalat sementara kita sendiri sering melalaikannya. Atau tidak mungkin kita menasehati siswa untuk tidak terlambat sementara kita sering terlambat.

Tugas kita adalah saling menasehati dalam hal kebaikan, diterima atau tidak terserah kepada mereka. Walaupun ada yang merasa tidak nyaman dan tidak senang, biarkan saja, toh semua ini kita lakukan karena cinta.

Mungkin untuk saat ini mereka belum memperoleh manfaat dari nasehat yang kita sampaikan. Tapi yakinlah suatu saat nanati mereka sendiri yang akan menyatakan kalau nasehat yang dulu mereka abaikan ternyata banyak manfaatnya.

Tetaplah menebar kebaikan walaupun terkadang disambut dengan penolakan

Baiti Jannati, 1 Maret 2020

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

search

New Post