khairiyati

Teruslah menulis....mana tahu di antara tulisan kita bisa mengispirasi dan memotivasi orang lain... ...

Selengkapnya
Navigasi Web

Lebaran dan Baju Baru

“ Baju baru Alhamdulillah

Tuk dipakai di hari raya

Tak punya pun tak apa apa

Masih ada baju yang lama “

(Lirik lagu Baju Baru – Dea Ananda)

Tidak terasa beberapa hari lagi Ramadahan bersiap-siap meninggalkan kita. Berganti dengan datangnya Idul Fitri di awal bulan Syawal, bulan kemenangan bagi orang-orang yang telah berhasil menahan diri dari hawa nafsunya.

Dan kesibukan menyambut datangnya hari kemenangan itu pun mulai terlihat. Geliatnya mulai terasa di pasar-pasar dan pusat perbelanjaan. Outlet pakaian terlihat ramai diserbu pengunjung. Mereka memilah dan memilih baju-baju yang cocok dikenakan di hari raya.

Memang sudah lumrah hal ini kita saksikan setiap menjelang datangnya hari raya Idul Fitri. Semuanya tentu ingin terlihat istimewa di hari yang spesial ini. Apakah tidak boleh membeli baju baru???. Boleh-boleh saja jika seseorang ingin tampil dengan pakaian yang spesial di hari kemenangan ini. Akan tetapi pada saat ini tentunya ada sedikit perbedaan. Hal ini disebabkan karena kondisi kita yang masih berada di tengah pandemi covid -19 yang belum kunjung pergi meninggalkan kita.

Alangkah lebih bijak kalau kita tidak keluar dulu untuk memenuhi hasrat kita untuk membeli baju lebaran. Karena akan terjadinya kerumunan orang dalam jumlah yang banyak, dan bisa saja menimbulkan dampak bertambahnya orang yang terkena virus ini.

Baju lebaran memang menjadi simbol bagi sebagian orang untuk menyambut datangnya Idul Fitri. Dengan alasan yang mungkin bermacam-macam. Cuma sekali setahun bisa mengganti baju dengan pakaian yang baru menjadi salah satu alasan. Dan itu sah-sah saja.

Dibalik baru dan bagusnya pakaian yang kita pakai di hari lebaran ada pakaian yang tidak kalah pentingnya untuk selalu kita gunakan yaitu pakaian taqwa.

Apa itu pakaian takwa?

Firman Allah dalam surat Al A’raf ayat 26 yang artinya

Hai anak Adam, sesungguhnya kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutup auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan dan pakaian taqwa itulah yang paling baik. Yang demikian itu adalah sebahagian tanda-tanda kekuasaan Allah. Mudah-mdahan mereka selalu ingat.”

Setelah sebulan penuh kita ditempa dengan berbagai amalan-amalan Ramadhan, seperti puasa, tawawih, tadarus al qur’an dan memperbanyak sedekah. Kita juga belajar untuk bisa menahan diri dari segala hal yang dilarang oleh Allah swt selama bulan Ramadhan. Dengan tekat dan keinginan yang kuat kita berusaha untuk meningkatkan terus amalan harian di bulan ini. menjaga diri dari nafsu yang bisa membatalkan dan merusak puasa kita. Tentunya dengan harapan kita bisa memperoleh prediket takwa.

Siapakah orang yang bertakwa itu? Dalam Al qur’an surat Ali Imran ayat 133-135 yang artinya:

Dan bersegeralah kamu mencari ampunan dari Tuhanmu dan mendapatkan surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa,

(yaitu ) orang-orang yang berinfak, baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang lain. Dan Allah mencintai orang-orang yang berbuat kebaikan

Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menzalimi diri sendiri, (segera) mengingat Allah, lalu memohon ampunan atas dosa-dosanya, dan siapa (lagi) yang dapat mengampuni dosa-dosa selain Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan dosa itu, sedang mereka mengetahui

Tempaan yang telah kita lalui sebulan ini seyogyanya dapat terus kita lakukan di bulan-bulan berikutnya, sehingga bisa menjadi kebiasaan baik yang terus melekat dalam diri kita. Meningkahi setiap tutur kata dan perbuatan kita. Inilah pakaian takwa yang sebenarnya. Dan kita layak disebut orang yang memperoleh kemenangan di hari nan fitri ini.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

search

New Post